<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>myself's Weblog</title>
	<atom:link href="http://triobelanda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://triobelanda.wordpress.com</link>
	<description>ternyata, menjadi &#34;dewasa&#34; itu tidak selamanya gampang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 May 2010 02:11:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='triobelanda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>myself's Weblog</title>
		<link>http://triobelanda.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://triobelanda.wordpress.com/osd.xml" title="myself&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://triobelanda.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pidato Sri Mulyani (Selasa malam, 18 Mei 2010)</title>
		<link>http://triobelanda.wordpress.com/2010/05/20/pidato-sri-mulyani-selasa-malam-18-mei-2010/</link>
		<comments>http://triobelanda.wordpress.com/2010/05/20/pidato-sri-mulyani-selasa-malam-18-mei-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 01:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triobelanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triobelanda.wordpress.com/2010/05/20/pidato-sri-mulyani-selasa-malam-18-mei-2010/</guid>
		<description><![CDATA[PIDATO DARI ORANG YANG SANGAT GW HORMATI. J Transkrip Pidato SMI &#8211; Selasa malam, 18 Mei 2010  Kebijakan Pubik adalah utk melayani masyarakat  Kekuasaan selalu cenderung korup  &#8220;Kalau saya menjadi pejabat publik dan tidak ingin korupsi, apa yang harus saya lakukan?  Apakah kita yakin bahwa kita tidak sedang menghianati kebenaran?  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=55&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:black;font-size:10pt;"><span style="font-family:Arial;">PIDATO DARI ORANG YANG SANGAT GW HORMATI. </span><span style="font-family:Wingdings;">J</span><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Transkrip Pidato SMI &#8211; Selasa malam, 18 Mei 2010<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Symbol;font-size:10pt;"></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:7pt;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">Kebijakan Pubik adalah utk melayani masyarakat</span></span><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Symbol;font-size:10pt;"></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:7pt;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">Kekuasaan selalu cenderung korup</span></span><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Symbol;font-size:10pt;"></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:7pt;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">&#8220;Kalau saya menjadi pejabat publik dan tidak ingin korupsi, apa yang harus saya lakukan?</span></span><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Symbol;font-size:10pt;"></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:7pt;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">Apakah kita yakin bahwa kita tidak sedang menghianati kebenaran?</span></span><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Symbol;font-size:10pt;"></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:7pt;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">Istilah dan konsep konflik kepentingan</span></span><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Symbol;font-size:10pt;"></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:7pt;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">If you are stay, dan itu yang saya rasakan 5 tahun, you suddenly feel that everybody is your enemy.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Symbol;font-size:10pt;"></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:7pt;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">&#8220;Jangan pernah putus asa mencintai republik.&#8221;</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img src="http://triobelanda.files.wordpress.com/2010/05/052010_0156_pidatosrimu11.jpg?w=500" alt="" align="left" /></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Saya rasanya lebih berat berdiri disini daripada waktu dipanggil pansus Century. Dan saya bisa merasakan itu karena sometimes dari moral dan etikanya jelas berbeda. Dan itu yang membuat saya jarang sekali merasa grogi sekarang menjadi grogi. Saya diajari pak Marsilam untuk memanggil orang tanpa mas atau bapak, karena diangap itu adalah ekspresi egalitarian. Saya susah manggil &#8216;Marsilam&#8217;, selalu pakai &#8216;pak&#8217;, dan dia marah. Tapi untuk Rocky saya malam ini saya panggil Rocky (Rocky Gerung dari P2D) yang baik. Terimakasih atas&#8230;&#8230; (tepuk tangan)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Tapi saya jelas nggak berani manggil Rahmat Toleng dengan Rahmat Toleng. Terimakasih atas introduksi yang sangat generous. Saya sebetulnya agak keberatan diundang malam hari ini untuk dua hal. Pertama karena judulnya adalah memberi kuliah. Dan biasanya kalau memberi kuliah saya harus, paling tidak membaca textbook yang harus saya baca dulu dan kemudian berpikir keras bagaimana menjelaskan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Dan malam ini tidak ada kuliah di gedung atau di hotel yang begitu bagus tu biasanya kuliah kelas internasional atau spesial biasanya. Hanya untuk eksekutif yang bayar SPP nya mahal. Dan pasti neolib itu (disambut tertawa). Oleh karena itu saya revisi mungkin namanya lebih adalah ekspresi saya untuk berbicara tentang kebijakan publik dan etika publik.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Yang kedua, meskipun tadi mas Rocky menyampaikan, eh salah lagi. Kalau tadi disebutkan mengenai ada dua laki-laki, hati kecil saya tetap saya akan mengatakan sampai hari ini saya adalah pembantu laki-laki itu (tepuk tangan). Dan malam ini saya akan sekaligus menceritakan tentang konsep etika yang saya pahami pada saat saya masih pembantu, secara etika saya tidak boleh untuk mengatakan hal yang buruk kepada siapapun yang saya bantu. Jadi saya mohon maaf kalau agak berbeda dan aspirasinya tidak sesuai dengan amanat pada hari ini.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Tapi saya diminta untuk bicara tentang kebijakan publik dan etika publik. Dan itu adalah suatu topik yang barangkali merupakan suatu pergulatan harian saya, semenjak hari pertama saya bersedia untuk menerima jabatan sebagai menteri di kabinet di Republik Indonesia itu.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Suatu penerimaan jabatan yang saya lakukan dengan penuh kesadaran, dengan segala upaya saya untuk memahami apa itu konsep jabatan publik. Pejabat negara yang pada dalam dirinya, setiap hari adalah melakukan tindakan, membuat pernyataan, membuat keputusan, yang semuanya adalah dimensinya untuk kepentingan publik.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Disitu letak pertama dan sangat sulit bagi orang seperti saya karena saya tidak belajar, seperti anda semua, termasuk siapa tadi yang menjadi MC, tentang filosofi. Namun saya dididik oleh keluarga untuk memahami etika di dalam pemahaman seperti yang saya ketahui. Bahwa sebagai pejabat publik, hari pertama saya harus mampu untuk membuat garis antara apa yang disebut sebagai kepentingan publik dengan kepentingan pribadi saya dan keluarga, atau kelompok.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Dan sebetulnya tidak harus menjadi muridnya Rocky Gerung di filsafat UI untuk pintar mengenai itu. Karena kita belajar selama 30 tahun dibawah rezim presiden Soeharto. Dimana begitu acak hubungan, dan acak-acakan hubungan antara kepentingan publik dan kepentingan pribadi. Dan itu merupakan modal awal saya untuk memahami konsekuensi menjadi pejabat publik yang setiap hari harus membuat kebijakan publik dengan domain saya sebagai makhluk, yang juga punya privacy atau kepentingan pribadi.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Di dalam ranah itulah kemudian dari hari pertama dan sampai lebih dari 5 tahun saya bekerja untuk pemerintahan ini. Topik mengenai apa itu kebijakan publik dan bagaimana kita harus, dari mulai berpikir, merasakan, bersikap, dan membuat keputusan menjadi sangat penting. Tentu saya tidak perlu harus mengulangi, karena itu menyangkut, yang disebut, tujuan konstitusi, yaitu kepentingan masyarakat banyak. Yaitu mencapai kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><span style="color:black;">Jadi </span><span style="color:#0033cc;">kebijakan pubik dibuat tujuannya adalah untuk melayani masyarakat</span><span style="color:black;">, Kebijakan publik dibuat melalui dan oleh kekuasaan. Karena dia dibuat oleh institusi publik yang eksis karena dia merupakan produk dari suatu proses politik dan dia memiliki kekuasaan untuk mengeluarkannya. Disitulah letak bersinggungan, apa yang disebut sebagai ingridient utama dari kebijakan publik, yaitu unsur kekuasaan. Dan kekuasaan itu sangat mudah menggelincirkan kita.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><span style="color:#0033cc;">Kekuasaan selalu cenderung untuk corrupt.</span><span style="color:black;"> Tanpa adanya pengendalian dan sistim pengawasan, saya yakin kekuasaan itu pasti corrupt. Itu sudah dikenal oleh kita semua. Namun pada saat anda berdiri sebagai pejabat publik, memiliki kekuasan dan kekuasan itu sudah dipastikan akan membuat kita corrupt, maka pertanyaan,<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><span style="color:#0033cc;">&#8220;kalau saya mau menjadi pejabat publik dan tidak ingin corrupt, apa yang harus saya lakukan?&#8221;</span><span style="color:black;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Oleh karena itu, di dalam proses-proses yang dilalui atau saya lalui, jadi ini lebih saya cerita daripada kuliah. Dari hari pertama, karena begitu khawatirnya, tapi juga pada saat yang sama punya perasaan anxiety untuk menjalankan kekuasaan, namun saya tidak ingin tergelincir kepada korupsi, maka pada hari pertama anda masuk kantor, anda bertanya dulu kepada sistem pengawas internal anda dan staff anda. Apalagi waktu itu jabatan dari Bappenas menjadi Menteri Keuangan. Dan saya sadar sesadar sadarnya bahwa kewenangan dan kekuasaan Kementrian Keuangan atau Menteri Keuangan sungguh sangat besar. Bahkan pada saat saya tidak berpikir corrupt pun orang sudah berpikir ngeres mengenai hal itu.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Bayangkan, seseorang harus mengelola suatu resources yang omsetnya tiap tahun sekitar, mulai dari saya mulai dari 400 triliun sampai sekarang diatas 1000 triliun, itu omset. Total asetnya mendekati 3000 triliun lebih.(batuk2) Saya lihat (ehem!) banyak sekali (ehem lagi) kalau bicara uang terus langsung&#8230;.(ada air putih langsung datang diiringi ketawa hadirin).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Saya sudah melihat banyak sekali apa yang disebut tata kelola atau governance. pada saat seseorang memegang suatu kewenangan dimana melibatkan uang yang begitu banyak. Tidak mudah mencari orang yang tidak tergiur, apalagi terpeleset, sehingga tergoda bahwa apa yang dia kelola menjadi seoalh-olah menjadi barang atau aset miliknya sendiri.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Dan disitulah hal-hal yang sangat nyata mengenai bagaimana kita harus membuat garis pembatas yang sangat disiplin. Disiplin pada diri kita sendiri dan dalam, bahkan, pikiran kita dan perasaan kita untuk menjalankan tugas itu secara dingin, rasional, dengan penuh perhitungan dan tidak membolehkan perasaan ataupun godaan apapun untuk, bahkan berpikir untuk meng-abusenya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Barangkali itu istilah yang disebut teknokratis. Tapi saya sih menganggap bahwa juga orang yang katanya berasal dari akademik dan disebut tekhnokrat tapi ternyata &#8216;bau&#8217;nya tidak seperti itu. Tingkahnya apalagi lebih-lebih. Jadi saya biasanya tidak mengklasifikasikan berdasarkan label. Tapi berdasarkan genuine product nya dia hasilnya apa, tingkah laku yang esensial.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Nah, di dalam hari-hari dimana kita harus membicarakan kebijakan publik, dan tadi disebutkan bahwa kewenangan begitu besar, menyangkut sebuah atau nilai resources yang begitu besar. Kita mencoba untuk menegakkan rambu-rambu, internal maupun eksternal.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><span style="color:black;">Mungkin contoh untuk internal hari pertama saya bertanya kepada Inspektorat Jenderal saya. &#8220;Tolong beri saya list </span><span style="color:#0033cc;">apa yang boleh dan tidak boleh dari seorang menteri</span><span style="color:black;">.&#8221; Biasanya mereka bingung, tidak perndah ada menteri yang tanya begitu ke saya bu. Saya menetri boleh semuanya termasuk mecat saya.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Kalau seorang menteri kemudian menanyakan apa yang boleh dan nggak boleh, buat mereka menjadi suatu pertanyaan yang sangat janggal. Untuk kultur birokrat, itu sangat sulit dipahami. Di dalam konteks yang lebih besar dan alasan yang lebih besar adalah dengan rambu-rambu. Kita membuat standart operating procedure, tata cara, tata kelola untuk membuat bagaimana kebijakan dibuat. Bahkan menciptakan sistem check and balance.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Karena kebijakan publik dengan menggunakan elemen kekuasaan, dia sangat mudah untuk memunculkan konflik kepentingan. Saya bisa cerita berhari-hari kepada anda. Banyak contoh dimana produk-produk kebijakan sangat memungkinkan seorang, pada jabatan Menteri Keuangan, mudah tergoda. Dari korupsi kecil hingga korupsi yang besar. Dari korupsi yang sifatnya hilir dan ritel sampai korupsi yang sifatnya upstream dan hulu.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Dan bahkan dengan kewenangan dan kemampuannya dia pun bisa menyembunyikan itu. Karena dengan kewenangan yang besar, dia juga sebetulnya bisa membeli sistem. Dia bisa menciptakan network. Dia bisa menciptakan pengaruh. Dan pengaruh itu bisa menguntungkan bagi dirinya sendiri atau kelompoknya. Godaan itulah yang sebetulnya kita selalu ingin bendung. Karena begitu anda tergelincir pada satu hal, maka tidak akan pernah berhenti.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><span style="color:black;">Namun, meskipun kita mencoba untuk menegakkan aturan, membuat rambu-rambu, dengan menegakkan pengawasan internal dan eksternal, sering bahwa pengawasan itu pun masih bisa dilewati. Disinilah kemudian muncul, apa yang disebut unsur etika. Karena etika menempel dalam diri kita sendiri. Di dalam cara kita melihat apakah sesuatu itu pantas atau tidak pantas, apakah sesuatu itu menghianati atau tidak menghianati kepentingan publik yang harus kita layani. </span><span style="color:#0033cc;">Apakah kita punya keyakinan bahwa kita tidak sedang menghianati kebenaran</span><span style="color:black;">. Etika itu ada di dalam diri kita.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Dan kemudian kalau kita bicara tentang total, atau di dalam bahasa ekonomi yang keren namanya agregat, setiap kepala kita dijumlahkan menjadi etika yang jumlahnya agregat atau publik, pertanyaannya adalah apakah di dalam domain publik ini setiap etika pribadi kita bisa dijumlahkan dan menghasilkan barang publik yang kita inginkan, yaitu suatu rambu-rambu norma yang mengatur dan memberikan guidance kepada kita.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Saya termasuk yang sungguh sangat merasakan penderitaan selama menjadi menteri. Karena itu tidak terjadi. Waktu saya menjadi menteri, sering saya harus berdiri atau duduk berjam-jam di DPR. Disitu anggota DPR bertanya banyak hal. Kadang-kadang bernada pura-pura sungguh-sungguh. Merek emngkritik begitu keras. Tapi kemudian mereka dengan tenangnya mengatakan &#8216;Ini adalah panggung politik bu.&#8217;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Waktu saya dulu masuk menteri keuangan pertama saya masih punya dua Dirjen yang sangat terkenal, Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai saya. Mereka sangat powerfull. Karena pengaruhnya, dan respectability karena saya tidak tahu karena kepada angota dewan sangat luar biasa. Dan waktu saya ditanya, mulainya dari&#8230;? Segala macem. Setiap keputusan, statemen saya dan yang lain-lain selalu ditanya dengan sangat keras. Saya tadinya cukup naif mengatakan, &#8220;Oh ini ongkos demokrasi yang harus dibayar.&#8221; Dan saya legowo saja dengan tenang menulis pertanyaan-pertanyaan mereka.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Waktu sudah ditulis mereka keluar ruangan, nggak pernah peduli mau dijawab atau tidak. Kemudian saya dinasehati oleh Dirjen saya itu, &#8220;Ibu tidak usah dimasukkan ke hati bu. Hal seperti itu hanya satu episod drama saja. &#8221; Tapi kemudian itu menimbulkan satu pergolakan batin orang seperti saya. Karena saya kemudian bertanya. Tadi dikaitkan dengan etika publik, kalau orang bisa secara terus menerus berpura-pura, dan media memuat, dan tidak ada satu kelompokpun mengatakan bahwa itu kepura-puraan maka kita bertanya, apalagi? siapa lagi yang akan menjadi guidance? yang mengingatkan kita dengan, apa yang disebut, norma kepantasan. Dan itu sungguh berat. Karena saya terus mengatakan kalau saya menjadi pejabat publik, ongkos untuk menjadi pejabat publik, pertama, kalau saya tidak corrupt, jelas saya legowo nggak ada masalah. Tapi yang kedua saya menjadi khawatir saya akan split personality.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Waktu di dewan saya menjadi personality yang lain, nanti di kantor saya akan menjadi lain lagi, waktu di rumah saya lain lagi. Untung suami dan anak-anak saya tidak pernah bingung yang mana saya waktu itu. Dan itu sesuatu yang sangat sulit untuk seorang seperti saya untuk harus berubah-ubah. Kalau pagi lain nilainya dengan sore, dan sore lain dengan malam. Malam lain lagi dengan tengah malam. Kan itu sesuatu yang sangat sulit untuk diterima. Itu ongkos yang paling mahal bagi seorang pejabat publik yang harus menjalankan dan ingin menjalankan secara konsisten.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Nah, oleh karena itu, didalam konteks inilah kita kan bicara mengenai kebijakan publik, etika publik yang seharusnya menjadi landasan, arahan bagi bagaimana kita memproduksi suatu tindakan, keputusan, yang itu adalah untuk urusan rakyat. Yaitu kesejahteraan rakyat, mengurangi penderitaan mereka, menaikkan suasana atau situasi yang baik di masyarakat, namun di sisi lain kita harus berhadapan dengan konteks kekuasaan dan struktur politik. Dimana buat mereka norma dan etika itu nampaknya bisa tidak hanya double standrart, triple standart.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><span style="color:black;">Dan bahkan kalau kita bicara </span><span style="color:#0033cc;">tentang istilah dan konsep mengenai konflik kepentingan</span><span style="color:black;">, saya betul-betul terpana. Waktu saya menjadi executive director di IMF, pertama kali saya mengenal apa yang disebut birokrat dari negara maju. HAri pertama saya diminta untuk melihat dan tandatangan mengenai etika sebagai seorang executive director, do dan don&#8217;ts. Disitu juga disebutkan mengenai konsep konflik kepentingan. Bagaimana suatu institusi yang memprodusir suatu policy publik, untuk level internasional, mengharuskan setiap elemen, orang yang terlibat di dalam proses politik atau proses kebijakan itu harus menanggalkan konflik kepentingannya. Dan kalau kita ragu kita boleh tanya, apakah kalau saya melakukan ini atau menjabat yang ini apakah masuk dalam domain konflik kepentingan. Dan mereka memberikan counsel untuk kita untuk bisa membuat keputusan yang baik.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Sehingga bekerja di institusi seperti itu menurut saya mudah. Dan kalau sampai anda tergelincir ya kebangetan aja anda. Namun waktu kembali ke Indonesia dan saya dengan pemahaman pengenai konsep konflik kepentingan, saya sering menghadiri suatu rapat membuat suatu kebijakan, dimana kebijakan itu akan berimplikasi kepada anggaran, entah belanja, entah insentif, dan pihak yang ikut duduk dalam proses kebijakan itu adalah pihak yang akan mendapatkan keuntungan itu. Dan tidak ada rasa risih. Hanya untuk menunjukkan yang penting pemerintahan efektif, jalan. Kuenya dibagi ke siapa itu adalah urusan sekunder.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Anda bisa melihat bahwa kalau pejabat itu adalah background nya pengusaha, meskipun yang bersangkutan mengatakan telah meninggalkan seluruh bisnisnya, tapi semua orang tahu bahwa adiknya, kakaknya, anaknya, dan teteh, mamah, aa&#8217; semuanya masih run. Dan dengan tenangnya, berbagai kebijakan, bahkan yang membuat saya terpana, kalau dalam hal ini apa disebutnya? kalau dalam bahasa inggris apa disebutnya?i drop my job atau apa..bengong itu.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Kita bingung bahwa ada suatu keputusan dibuat, dan saya banyak catatan pribadi saya di buku saya. Ada keputusan ini, tiba-tiba besok lagi keputusan itu ternyata yang menimport adalah perusahaannya dia.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Nah ini merupakan sesuatu hal yang barangkali tanpa harus mendramatisir yang dikatakan oleh Rocky tadi seolah-olah menjadi the most reason phenomena. Kita semua tahu, itulah penyakit yang terjadi di jaman orde baru. Hanya dulu dibuatnya secara tertutup, tapi sekarang dengan kecanggihan, karena kemampuan dari kekuasaan, dia mengkooptasi decision making process juga. Kelihatannya demokrasi, kelihatannya melalui proses check and balance, tapi di dalam dirinya, unsur mengenai konflik kepentingan dan tanpa etika begitu kental. Etika itu barang yang jarang disebut pak.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Ada suatu saat saya membuat rapat dan rapat ini jelas berhubungan dengan beberapa perusahaan. Kebetulan ada beberapa dari yang kita undang, dia adalah komisaris dari beberapa perusahaan itu. Kami biasa, dan saya mengatakan dengan tenang, bagi yang punya aviliasi dengan apa yang kita diskusikan silahkan keluar dari ruangan. Memang itu adalah tradisi yang coba kita lakukan di kementrian keuangan. Kebetulan mereka adlaah teman-teman saya. Jadi teman-teman saya itu dengan bitter mengatakan,<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><span style="color:red;">&#8220;Mba Ani jangan sadis-sadis amat lah kayak gitu. Kalaupun kita disuruh keluar juga diem-diem aja. Nggak usah caranya kayak gitu.&#8221;</span><span style="color:black;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Saya ingin menceritakan cerita seperti ini kepada anda bagaimana ternyata konsep mengenai etika dan konflik kepentingan itu, bisa dikatakan sangat langka di republik ini. Dan kalau kita berusaha untuk menjalankan dan menegakkan, kita dianggap menjadi barang yang aneh. Jadi tadi kalau MC nya menjelaskan bahwa saya ingin menjelaskan bahwa di luar gua itu ada sinar dan dunia yang begitu bagus, di dalam saya dianggap seperti orang yang cerita yang nggak nggak aja. Belum kalau di dalam konteks politik besar, kemudian, wah ini konsep barat pasti &#8216;Lihat saja Sri Mulyani, neolib.&#8217;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Jadi saya mungkin akan mengatakan bagaimana ke depan di dalam proses politik. Tentu adalah suatu keresahan buat kita. Karena episod yang terjadi beberapa kali adalah bahwa di dalam ruangan publik, rakyat atau masyarakat yang harusnya menjadi the ultimate shareholder dari kekuasaan. Dia memilih, kepada siapapun CEO di republik ini dan dia juga memilih dari orang-orang yang diminta untuk menjadi pengawas atau check terhadap CEO nya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Dan proses ini ternyata juga tidak murah dan mudah. Sudah banyak orang yang mengatakan untuk menjadi seorang jabatan eksekutif dari level kabupaten, kota, propinsi, membutuhkan biaya yang luar biasa, apalagi presiden pastinya. Dan biayanya sungguh sangat tidak bisa dibayangkan untuk suatu beban seseorang. Saya menteri keuangan saya biasa mengurusi ratusan triliun bahkan ribuan, tapi saya tidak kaget dengan angka. Tapi saya akan kaget kalau itu menjadi beban personal.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Seseorang akan menjadi kandidat mengeluarkan biaya sebesar itu. Kalkulasi mengenai return of investment saja tidak masuk. Bagaimana anda mengatakan dan waktu saya mengatakan sya lihat struktur gaji pejabat negara sungguh sangat tidak rasional. Dan kita pura-pura tidak boleh menaikkan karena kalau menaikkan kita dianggap mau mensejahterakan diri sebelum mensejahterakan rakyat. Sehingga muncullah anomali yang sangat tidak bisa dijelaskan oleh logika akal sehat, bahkan Rocky bilangnya ada akal miring. Saya mencoba sebagai pejabat negara untuk mengembalikan akal sehat dengan mengatakan strukturnya harus dibenahi lagi. Namun toh tetap tidak bisa menjelaskan suatu proses politik yang begitu sangat mahalnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Sehingga memunculkan suatu kebutuhan untuk berkolaborasi dengan sumber finansialnya. Dan disitulah kontrak terjadi. Di tingkat daerah, tidak mungkin itu dilakukan dengan membayar melalui gajinya. Bahkan melalui APBD nya pun tidak mungkin karena size dari APBN nya kadang-kadang tidak sebesar atau mungkin juga lebih sulit. Sehingga yang bisa adalah melalui policy. Policy yang bisa dijual belikan. Dan itu adalah adalah bentuk hasil dari suatu kolaborasi.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Pertanyaan untuk kita semua, bagaimana kita menyikapi hal ini didalam konteks bahwa produk dari kebijakan publik, melalui sebuah proses politik yang begitu mahal sudah pasti akan distated dengan struktur yang membentuk awalnya. KArena kebijakan publik adalah hilirnya, hasil akhir. Hulunya yang memegang kekuasaan, lebih hulu lagi adalah prosesnya untuk mendapatkan kekuasaan itu demikian mahal.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Dan itu akan menjadi pertanyaan yang concern untuk sebuah sistem demokrasi. Maka pada saat kita dipilih atau diminta untuk menjadi pembantu atau menjadibagian dari pemerintah, Tentu kita tidak punya ilusi bahwa ruangan politik itu vakum atau hampa dari kepentingan. politik dimana saja pasti tentang kepentingan. Dan kepentingan itu kawin diantara beberapa kelompok untuk mendapatkan kekuasaan itu. Pasti itu perkawinannya adalah pada siapa saja yang menjadi pemenang.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Kalau pada hari ini tadi disebutkan ada yang menanyakan atau menyesalkan atau ada yang menangisi ada yang gelo (jawa:menyesal.red), kenapa kok Sri Mulyani memutuskan untuk mundur dari Menteri Keuangan. Tentu ini adalah suatu kalkulasi dimana saya menganggap bahwa sumbangan saya, atau apapun yang saya putuskan sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam sistem politik. Dimana perkawinan kepentingan itu begitu sangat dominan dan nyata. Banyak yang mengatakan itu adalah kartel, saya lebih suka pakai kata kawin, walaupun jenis kelaminnya sama. (ketawa dan tepuktangan)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Karena politik itu lebih banyak lakinya daripada perempuan makanya saya katakan tadi. Hampir semua ketua partai politik laki kecuali satu. Dan di dalam bahwa dimana sistem politik tidak menghendaki lagi atau dalam hal ini tidak memungkinkan etika publik itu bisa dimnculkan, maka untuk orang seperti saya akan menjadi sangat tidak mungkin untuk eksis. Karena pada saat saya menerima tangungjawab untuk menjadi pejabat publik, saya sudah berjanji kepada diri saya sendiri, saya tidak ingin menjadi orang yang akan menghianati dengan berbuat corrupt. Saya tidak mengatakan itu gampang. Sangat painful. Sungguh painful sekali. Dan saya tidak mengatakan bahwa saya tidak pernah mengucurkan atau meneteskan airmata untuk menegakkan prinsip itu. Karena ironinya begitu besar. Sangat besar. Anda memegang kekuasaan begitu besar. Anda bisa, anda mampu, anda bahkan boleh, bahkan diharapkan untuk meng abuse nya oleh sekelompok yang sebetulnya menginginkan itu terjadi agar nyaman dan anda tidak mau. (tepuk tangan) Pada saat yang sama anda tidak selalu di apresiasi. P2D kan baru muncul sesudah saya mundur (ketawa, disini dia terlihat mengusapkan saputangan ke matanya).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Jadi ya terlambat tidak apa-apa, terbiasa. Saya masih bisa menyelamatkan republik ini lah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Jadi saya tidak tahu tadi, Rocky tidak ngasih tahu saya berapa menit atau berapa jam. Soalnya diatas jam 9 argonya lain lagi nanti. Jadi saya gimana harus menutupnya. Nanti kayaknya nyanyi aja balik terus nanti.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><span style="color:black;">Mungkin saya akan mengatakan bahwa pada bagian akhir kuliah saya ini atau cerita saya ini saya ingin menyampaikan kepada semua kawan-kawan disini. Saya bukan dari partai politik, saya bukan politisi, tapi tidak berarti saya tidak tahu politik. Selama lebih dari 5 tahun saya tahu persis bagaimana proses politik terjadi. Kita punya perasaan yang bergumul atau bergelora atau resah. Keresahan itu memuncak pada saat kita menghadapi realita jangan-jangan banyak orang yang ingin berbuat baik merasa frustasi. Atau mungkin saya akan less dramatic. Banyak orang-orang yang harus dipaksa untuk berkompromi dan sering kita menghibur diri dengan mengatakan kompromi ini perlu untuk kepentingan yang lebih besar. Sebetulnya cerita itu bukan cerita baru, karena saya tahu betul pergumulan para teknokrat jaman Pak Harto, untuk memutuskan stay atau out adalah pada dilema, apakah dengan stay saya bisa membuat kebijakan publik yang lebih baik sehingga menyelamatkan suatu kerusakan yang lebih besar. Atau anda out dan anda disitu akan punya kans untuk berbuat atau tidak, paling tidak resiko getting associated with menjadi less. Personal gain, public loss</span><span style="color:#0070c0;">. </span><span style="color:#0033cc;">If you are stay, dan itu yang saya rasakan 5 tahun, you suddenly feel that everybody is your enemy.</span><span style="color:black;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">KArena no one yang sangat simpati dan tahu kita pun akan tidak terlalu happy karena kita tetap berada di dalam sistem. Yang tidak sejalan dengan ktia juga jengkel karena kita tidak bisa masuk kelompok yang bisa diajak enak-enakan. Sehingga anda di dalam di sandwich di dua hal itu. Dan itu bukan suatu pengalaman yang mudah. Sehingga kita harus berkolaborasi untuk membuat space yang lebih enak, lebih banyak sehingga kita bisa menemukan kesamaan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Nah kalau kita ingin kembali kepada topiknya untuk menutup juga, saya rasa forum-forum semacam ini atau saya mengatakan kelompok seperti anda yang duduk pada malam hari ini adalah kelompok kelas menengah. YAng sangat sadar membayar pajak. Membayarnya tentu tidak sukarela, tidak seorang yang patriotik yang mengatakan dia membayar pajak sukarela. Tapi meskipun tidak sukarela, anda sadar bahwa itu adalah suatu kewajiban untuk menjaga republik ini tetap berdaulat. Dan orang seperti anda yang tau membayar pajak adalah kewajiban dan sekaligus hak untuk menagih kepada negara, mengembalikan dalam bentuk sistim politik yang kita inginkan. Maka sebetulnya di tangan orang-orang seperti anda lah republik ini harus dijaga. Sungguh berat, dan saya ditanya atau berkali-kali di banyak forum untuk ditanya, kenapa ibu pergi? Bagaimana reformasi, kan yang dikerjakan semua penting. Apakah ibu tidak melihat Indonesia sebagai tempat untuk pengabdian yang lebih penting dibandingkan bank dunia.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><span style="color:black;">Seolah-olah sepertinya negara ini menjadi tanggungjawab Sri Mulyani. Dan saya keberatan. Dan saya ingin sampaikan di forum ini karena anda juga bertanggungjawab kalau bertama hal yang sama ke saya. Anda semua bertanggungjawab sama seperti saya. Mencintai republik ini dengan banyak sekali pengorbanan sampai saya harus menyampaikan kepada jajaran pajak, jajaran bea cukai, jajaran perbendaharaan, </span><span style="color:red;">&#8220;Jangan pernah putus asa mencintai republik.&#8221;</span><span style="color:black;"> Saya tahu, sungguh sulit mengurusnya pada masa-masa transisi yang sangat pelik.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Kecintaan itu paling tidak akan terus memelihara suara hati kita. Dan bahkan menjaga etika kita di dalam betindak dan berbuat serta membuat keputusan. Dan saya ingin membagi kepada teman-teman disini, karena terlalu banyak di media seolah-olah ditunjukkan yang terjadi dari aparat di kementrian keuangan yang sudah direformasi masih terjadi kasus seperti Gayus.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Saya ingin memberikan testimoni bahwa banyak sekali aparat yang betul-betul genuinly adalah orang-orang yang dedicated. Mereka yang cinta republik sama seperti anda. Mereka juga kritis, mereka punya nurani, mereka punya harga diri. Dia bekerja pada masing-masing unit, mungkin mereka tidak bersuara karena mereka adalah bagian dari birokrat yang tidak boleh bersuara banyak tapi harus bekerja.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Sebagian kecil adalah kelompok rakus, dan dengan kekuasaan sangat senang untuk meng abuse. Tapi saya katakan sebagian besar adalah orang-orang baik dan terhormat. Saya ingin tolong dibantu, berilah ruang untuk orang-orang ini untuk dikenali oleh anda juga dan oleh masyarakat. Sehingga landscape negara ini tidak hanya didominasi oleh cerita, oleh tokoh, apalagi dipublikasi dengan seolah-oalh menggambarkan bahwa seluruh sistem ini adalah buruk dan runtuh. Selama seminggu ini saya terus melakukan pertemuan dan sekaligus perpisahan dengan jajaran di kementrian keuangan dan saya bisa memberikan, sekali lagi, testimoni bahwa perasaan mereka untuk membuktikan bahwa reform bisa jalan ada disana. Bantu mereka untuk tetap menjaga api itu. Dan jangan kemudian anda disini bicara dengan saya, ya bisa diselamatkan kalau sri mulyani tetap menjadi Menteri keuangan. Saya rasa tidak juga.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Suasana yang kita rasakan pada minggu-minggu yang lalu, bulan-bulan yang lalu, seolah-olah persoalan negara ini disandera oleh satu orang, sri mulyani. Sedemikian pandainya proses politik itu diramu sedemikian sehingga seolah-olah persoalannya menjadi persoalan satu orang. Seseorang yang pada sautu ketika dia harus membuat keputusan yang sungguh tidak mudah, dengan berbagai pergumulan, kejengkelan, kemarahan, kecapekan, kelelahan, namun dia harus tetap membuat kebijakan publik. Dia berusaha, berusaha di setiap pertemuan, mencoba untuk meneliti dirinya sendiri apakah dia punya kepentingan pribadi atau kelompok, dan apakah dia diintervensi atau tidak, apakah dia membuat keputusan karena ada tujuan yang lain. Berhari-hari, berjam-jam dia bertanya, dia minta, dia mengundang orang dan orang-orang ini yang tidak akan segan mengingatkan kepada saya. Meskipun mereka tahu saya menteri, mereka lebih tua dari saya. Orang seperti pak Darmin, siapa yang bisa bilang atau marahin pak marsilam?Wong semua orang dimarahin duluan sama dia.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Mereka ada disana hanya untuk mengingatkan saya berbagai rambu-rambu, berbagai pilihan dan pilihan sudah dibuat. Dan itu dilaporkan, dan itu diaudit dan itu kemudian dirapatkan secara terbuka. Dan itu kemudian dirapatkerjakan di DPR. Bagaimana mungkin itu kemudia 18 bulan kemudian dia seolah-olah menjadi keputusan individu seorang Sri Mulyani. Proses itu berjalan dan etika sunyi. Akal sehat tidak ada. Dan itu memunculkan suatu perasaan apakah pejabat publik yang tugasnya membuat kebijakan publik pada saat dia sudah mengikuti rambu-rambu, dia masih bisa divictimize oleh sebuah proses politik. SAya hanya mengatakan, kalau dulu pergantian rezim orde lama ke orde baru, semua orang di stigma komunis, kalau ini khusus didisain pada era reformasi seorang distigma dengan sri mulyani identik dengan century. Mungkin kejadiannya di satu orang saja, tapi sebetulnya analogi dan kesamaan mengenai suatu penghakiman telah terjadi.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Sebetulnya disitulah letak kita untuk mulai bertanya, apakah proses politik yang didorong, yang dimotivate, yang ditunggangi oleh suatu kepentingan membolehkan seseorang untuk dihakimi, bahkan tanpa pengadilan. Divonis tanpa pengadilan. Itu barangkali adalah suatu episod yang sebetulnya sudah berturut-turut kita memahami konsekuensi sebagai pejabat publik yang tujuannya membuat kebijakan publik, dan berpura-pura seolah-olah ada etika dan norma yang menjadi guidance kita dibenturkan dengan realita-realita politik.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Dan untuk itu, saya hanya ingin mengatakan sebagai penutup, sebagian dari anda mengatakan apakah Sri mulyani kalah, apakah sri mulyani lari? Dan saya yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Banyak yang menganggap itu adalah suatu loss atau kehilangan. Diantara anda semua yang ada disini, saya ingin mengatakan bahwa saya menang. Saya berhasil.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;"><span style="color:red;">Kemenangan dan keberhasilan saya definisikan menurut saya karena tidak didikte oleh siapapun termasuk mereka yang menginginkan saya tidak disini.</span><span style="color:black;"> (applause)<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Saya merasa berhasil dan saya merasa menang karena definisi saya adalah tiga:<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">1.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:7pt;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">Selama saya tidak menghianati kebenaran,<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">2.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:7pt;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">selama saya tidak mengingkari nurani saya, dan<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">3.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:7pt;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;">selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka disitu saya menang.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">Terimakasih<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">(standing applause)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:10pt;">(Rrn)<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triobelanda.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triobelanda.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triobelanda.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triobelanda.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triobelanda.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triobelanda.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triobelanda.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triobelanda.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triobelanda.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triobelanda.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triobelanda.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triobelanda.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triobelanda.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triobelanda.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=55&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triobelanda.wordpress.com/2010/05/20/pidato-sri-mulyani-selasa-malam-18-mei-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f404bf142ae94553e5254a8660e05281?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">triobelanda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triobelanda.files.wordpress.com/2010/05/052010_0156_pidatosrimu11.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Training Vs Trying</title>
		<link>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/18/training-vs-trying/</link>
		<comments>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/18/training-vs-trying/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 05:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triobelanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/18/training-vs-trying/</guid>
		<description><![CDATA[hmm..gw ketemu bab mengenai ini, di buku nya Live you&#8217;ve always wanted (john ortberg) pengen ngebahas mengenai training of character.. (berusaha membahas se&#8221;universal&#8221; mungkin, gak pake bahasa agama tertentu.. =p)..gw sendiri masih perlu belajar banyak kok.. bukan berarti dengan gw nulis kayak gini, gw udah bijak.. =p coba d bayangin ketika lo dipanggil untuk ikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=49&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hmm..<br />gw ketemu bab mengenai ini, di buku nya Live you&#8217;ve always wanted (john ortberg)</p>
<p>pengen ngebahas mengenai training of character.. (berusaha membahas se&#8221;universal&#8221; mungkin, gak pake bahasa agama tertentu.. =p)..<br />gw sendiri masih perlu belajar banyak kok.. bukan berarti dengan gw nulis kayak gini, gw udah bijak.. =p</p>
<p>coba d bayangin ketika lo dipanggil untuk ikut olimpiade marathon..<br />tiba2 ajah u dipanggil..<br />&#8220;krishna.. engkau terpilih mengikuti olimpiade beijing, untuk lomba marathon 42 kilo&#8230;&#8221;<br />besok, kamu ke bandara yah&#8230; ikut kontingen Indonesia&#8230;</p>
<p>dan kemudian datanglah Krishna&#8230;.<br />ikut lomba&#8230; dan mencoba dengan amat sangat keras&#8230;.<br />teramat sangat bahkan&#8230;</p>
<p>pertanyaannya??<br />bisakah Krishna menang??<br />bahkan, bisakah Krishna finish??</p>
<p>nah&#8230;<br />itulah yang membedakan antara training Vs trying&#8230;</p>
<p>training itu :<strong> segala sesuatu, yang kita bisa lakukan sekarang yang akan membuat kita bisa melakukan yang tidak kita bisa lakukan sekarang&#8230;</strong><br />ato kalo bahasa inggrisnya (biar lebih jelas..)<br /><strong>&#8220;<span style="font-family:Consolas;">any activity I can do by direct effort that will help me do what I cannot now do by direct effort</span>&#8220;.</strong></p>
<p>orang pikir, berlatih ber-tahun2 untuk memainkan lagunya bach, itu adalah cara yang sulit..<br />sebetulnya itu cara yang mudah loh..<br />mau tau cara yang sulit?? besok, disuruh maen lagu bach.. itu baru cara yang sulit&#8230; (bahkan mustahil.. :p).. hehehe..</p>
<p>banyak hal dalam hidup, itu training loh..<br />belajar, olahraga, bahkan karakter.. itu adalah training kita..</p>
<p>sering kali, kita sering menganggap karakter adalah trying, bukan training..<br />so, caring, loving, empati, integrity.. bla2x..<br />itu itu hasil dari training bukan trying&#8230;<br />dan itu perlu disiplin&#8230; untuk mentrainingnya, dan dalam waktu lama..<br />misal kata2 : &#8220;besok gw mau sabar ah&#8230;&#8221; <br />&#8220;mulai besok, gw mau jadi jujur&#8221; ato&#8221;besok gw mau mengasihi sesama&#8221;.. bla2x&#8230;<br />sering kali, kita mencoba sesuatu yang diluar kemampuan otot &#8220;karakter&#8221; kita..<br />makanya, ada suatu saat dimana otot kita overwhelmed.kemudian kita capek..<br />lelah.. dan nyerah.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>nah.. untuk itu, apa sih yang perlu kita lakukan??<br />kita perlu melatih otot karakter kita. bukan memaksa otot karakter kita..<br />so, ketika kita melihat orang melatih otot fisiknya, perlu teratur..<br />begitu juga dengan otot karakternya, perlu teratur..<br />ketika kita melihat atlet perlu target, ato capaian.. &#8220;hari gw mau nyampe 10 putaran&#8221;&#8230;<br />begitu juga untuk melatih otot karakter kita..<br />ketika kita melihat atlet evaluasi..<br />begitu juga, karakter kita, kita perlu evaluasi tiap hari..<br />ketika otot jasmani kita butuh asupan makanan, dan istirahat yang cukup..<br />demikian juga otot karakter kita, butuh asupan makanan (nasihat, buku2..) dan istirahat yang cukup..</p>
<p>dan, percaya ato gak&#8230;<br />tanpa sadar, otot2 karakter kita akan bertambah kuat..<br />dan secara otomatis.. kita bisa untuk melakukan yang sebelomnya gak bisa kita lakukan.. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>nah.. yang perlu kita pikirkan..<br />orang dianugrahkan tempramen yang gak sama..<br />ada yang periang.. ada yang teratur.. ada yang (inget ajah, 4 jenis personality..)<br />nah.. itu dia yang pelu kita renungkan..<br />karakter kita perlu berkembang ke arah mana nih??<br />biar kita bisa tetap jadi diri sendiri, tapi tetap berkembang ke arah yang lebih baek&#8230;<br />jelas perlu perenungan pribadi.. dan tiap orang pasti beda..</p>
<p>semangat.. hehehe&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triobelanda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triobelanda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triobelanda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triobelanda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triobelanda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triobelanda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triobelanda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triobelanda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triobelanda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triobelanda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triobelanda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triobelanda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triobelanda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triobelanda.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=49&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/18/training-vs-trying/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f404bf142ae94553e5254a8660e05281?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">triobelanda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>keberhargaan waktu (+ curhat dikit.. =p)</title>
		<link>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/14/keberhargaan-waktu-curhat-dikit-p/</link>
		<comments>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/14/keberhargaan-waktu-curhat-dikit-p/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 04:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triobelanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triobelanda.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Ketika gw masuk ITB..Weew.. senangnya..Dengan tekad memperbaiki diri, di ITB&#8230;Ngejalanin masa2 TPB(tahun pertama), menikmatinya..Gw bahkan sempet berpikir.. kalkulus itu indah ya.. penemu integral itu hebat yah.. bla2x.. (haha.. serius&#8230; gw sempet mikir gitu dulu waktu TPB..) Than.. tingkat 2 dimulai..Banyak hal baru yang mulai diberikan..Gw sudah mulai menemukan tembok&#8230; Dan gw sudah mulai menemukan godaan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=42&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika gw masuk ITB..<br />Weew.. senangnya..<br />Dengan tekad memperbaiki diri, di ITB&#8230;<br />Ngejalanin masa2 TPB(tahun pertama), menikmatinya..<br />Gw bahkan sempet berpikir.. kalkulus itu indah ya.. penemu integral itu hebat yah.. bla2x.. <br />(haha.. serius&#8230; gw sempet mikir gitu dulu waktu TPB..)</p>
<p>Than.. tingkat 2 dimulai..<br />Banyak hal baru yang mulai diberikan..<br />Gw sudah mulai menemukan tembok&#8230; <br />Dan gw sudah mulai menemukan godaan, jalan lain yang terlihat lebih enak.. jalan yang sangat enak, yang berujung gak jelas..<br />Dan yah.. ketika gw menemukan tembok itu..<br />Gw mulai menyimpang dari jalan yang seharusnya gw lalui.. ke jalan lain itu.. <br />Disini gw udah mulai membolos kul.. nginep di warnet.. bla2x&#8230; &gt;_&lt;<br />Pada masa ini, Gw tidak / jarang melakukan yang seharusnya gw lakukan..<br />Hobi gw gak gw lakukan.. (bulutangkis.. , dan ikut lomba robot..) <br />Kuliah juga, gw menempatkan kuliah pada prioritas yang &#8220;tidak pantas&#8221;.. dll..</p>
<p>Ketika belakang2an ini&#8230; gw udah mulai sadar, akan kesalahan2 gw masa lalu..<br />Dibilang menyesal sih.. iya..<br />Bahkan sering gw punya keinginan.. tuk balik ke masa lalu&#8230;<br />Dan memperbaiki penyesalan2 gw&#8230; (keinginan yang gak mungkin terjadi, pastinya..)</p>
<p>Gw jadi teringat..<em><br />
		</em></p>
<p><span style="font-family:Consolas;"><em>&#8220;Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. &#8220;<br />
</em></span></p>
<p>psalm 90:12</p>
<p>Kalo Musa.. dia sampe minta diberi kemampuan untuk menghitung hari2 loh..<br />Karena apa?? Karena yang namanya hari2 itu terbatas.. (makanya dihitung..)<br />Dan karena hari2 yang telah berlalu, gak akan balik lagi..<br />Makanya bahkan Musa sampai bilang, <br />Orang yang diberi kemampuan menghitung hari-hari.. itu adalah orang yang bijak..<br />Karena orang yang bisa menghitung hari2nya, yang bisa memanfaatkan hari2 yang terbatas itu&#8230;
</p>
<p><span style="font-family:Consolas;"><em>&#8220;Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.&#8221;</em><br />
		</span></p>
<p>Psalm 90:10</p>
<p>So.. masihkah Krishna membuang-buang waktu mu&#8230;<br />Karena waktu itu, gak akan pernah kembali.. loh..</p>
<p>Ada I quotes neh yang bagus.. (gw lupa siapa yang nulis)
</p>
<p><span style="font-family:Consolas;"><strong>&#8220;ketika manusia lahir.. kamu menangis, dan orang-orang tersenyum&#8230; lakukanlah sesuatu&#8230; agar ketika manusia itu mati. Kamu tersenyum dan orang-orang menangis..&#8221;</strong><br />
		</span></p>
<p>Semangat yah.. diriku.. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  (gw juga lagi belajar hal ini kok..)<br />Semoga bisa memberkati pembaca juga&#8230; hehehe&#8230; 
</p>
<p><span style="font-family:Consolas;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span>
	</p>
<p>
 </p>
<p>English version..
</p>
<p>After some suggestion from my friends.. thx to them.
</p>
<p>the 1st paragraph, I used yansen&#8217;s revision.. (thx to him&#8230; =p)<br />the others, I revise myself..</p>
<p>When I first came to ITB..<br />I felt really happy..<br />I was determined to become a better man, here in ITB..<br />Going on my first year here, enjoying it..<br />It even came across my mind, that Calculus is beautiful..that the founder of integral was a great man, and so on..<br />(seriously, I did think of all that..)</p>
<p>And then.. when I entered the 2nd..<br />there is a wall that blocked my &#8220;right&#8221; way..<br />In other hand, I faced more attractive way.. <br />I shouldn&#8217;t took that way, cos that way didn&#8217;t have a good destiny..<br />but.. unfortunately, I took that way.. &gt;_&lt;<br />I didn&#8217;t choose the hard way, even I know the end is good..<br />but I took the easy way.. the fun way.. the attractive way..<br />I started to hooky, the class..<br />I started to spend all my night in game center…<br />All I did is play, play and play… all I wanted is fun, fun and fun.. ^o^<br />I didn&#8217;t do my hobby.. (like badminton, or robots..)<br />I didn&#8217;t spend my time for something worthy..</p>
<p>now, I regrets for what I&#8217;ve done at that time..<br />I wish, I can change my time back, to that time..<br />Going to 2005.. and do a better way..<br />that wish is just a wish..<br />of course, I can&#8217;t return my time back.. </p>
<p>And then, in my contemplate..<br />I get this par..
</p>
<p><em>&#8220;<span style="font-family:Consolas;">So teach us to number our days, that we may get us a heart of wisdom.</span>&#8220;</em>
	</p>
<p>Psalm 90:12</p>
<p>I just wonder&#8230; why Moses,the prophet, ask God to teach him to number his days??<br />I get the answer, that his (of course ours too) days are limited.. <br />the Days that have gone away will never go back again..<br />so, who knows to number his/her days. is wise..<br />why?? because, who knows to number his/her days, can exploit his/her days wisely, isn&#8217;t it??<em><br />
		</em></p>
<p><em><span style="font-family:Consolas;">&#8220;The days of our years are threescore years and ten (seventy years)&#8211;or even, if by reason of strength, fourscore years (eighty years); yet is their pride [in additional years] only labor and sorrow, for it is soon gone, and we fly away.&#8221;</span><br />
		</em></p>
<p>Psalm 90:10</p>
<p>So?? Does Krishna still wanna waste his time anymore??<br />I should know, the time that have gone is never come back..</p>
<p>I wanna write a quote below..
</p>
<p><strong>&#8220;<span style="font-family:Consolas;">when we born.. we cry and peoples smile.. do something.. so after we death. We smile and people cry</span>&#8220;… </strong>
	</p>
<p>Ganbatte myself..</p>
<p>I hope this note, can bless whoever read my note..<br />Even though I know.. my blog is &#8220;crowded&#8221; in grammar.. &gt;_&lt;
</p>
<p> <br />
 </p>
<p> <br />
 </p>
<p>  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triobelanda.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triobelanda.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triobelanda.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triobelanda.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triobelanda.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triobelanda.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triobelanda.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triobelanda.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triobelanda.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triobelanda.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triobelanda.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triobelanda.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triobelanda.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triobelanda.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=42&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/14/keberhargaan-waktu-curhat-dikit-p/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f404bf142ae94553e5254a8660e05281?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">triobelanda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita gw hari ini 2..</title>
		<link>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/03/cerita-gw-hari-ini-2/</link>
		<comments>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/03/cerita-gw-hari-ini-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 15:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triobelanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/03/cerita-gw-hari-ini-2/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah selese ngumpulin.. Gw cuman mikir&#8230; Kalo kita lolos, tim laen ngarang apa yah?? Gak mungkin kan ngarang, &#8220;ini badu.. Itu budi..&#8221; Jadi gw dengan begitu PEDEnya&#8230; dengan keyakinan tinggi.. yakin&#8230; Bahwa tim kita PASTI (tidak) LOLOS!!! &#60;==jgn sampe salah baca =p   Karena kita pada berpikir seperti itu(tidak lolos), kita gak cek tim kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=30&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah selese ngumpulin.. Gw cuman mikir&#8230; Kalo kita lolos, tim laen ngarang apa yah??
</p>
<p>Gak mungkin kan ngarang, &#8220;ini badu.. Itu budi..&#8221;
</p>
<p>Jadi gw dengan begitu PEDEnya&#8230; dengan keyakinan tinggi.. yakin&#8230;
</p>
<p>Bahwa tim kita <span style="font-size:14pt;"><strong>PASTI</strong></span><br />
		<span style="font-size:7pt;">(tidak)</span><br />
		<strong><span style="font-size:14pt;">LOLOS</span>!!!</strong> &lt;==jgn sampe salah baca =p
</p>
<p>
 </p>
<p>Karena kita pada berpikir seperti itu(tidak lolos), kita gak cek tim kita lolos..
</p>
<p>Beberapa jam setelah deadline/setelah kita ngumpul.. mestinya sih udah di umumin..
</p>
<p>Tapi karena kita males ngecek.. lebih enakan tidur.. makan.. mandi,  dan maen2..
</p>
<p>Hahaha.. ga deng, yang bener.. karena udah asumsi gak lolos&#8230;
</p>
<p>Jadinya baru malam ini.. gw cek.. kok LOLOS&#8230; kompetisi programming LEGO robot, ke UI&#8230;??
</p>
<p>Weew.
</p>
<p>
 </p>
<p>Horeeee lolos&#8230;
</p>
<p>Tapi.. besok harus ke jkt&#8230;
</p>
<p>Udah gitu, ada 1 orang anggota tim, yang ga bisa&#8230;
</p>
<p>Jadi kita cari d.. anggota baru&#8230;
</p>
<p>Akhirnya kita mencari..
</p>
<p>wanita, yang &lt;20 taon.. single.. setia, cantik, ramah, saleh.. bla2x.. (haha.. udah kayak nyari pacar&#8230;)
</p>
<p>ga ding&#8230;
</p>
<p>btw, Akhirnya.. dapet juga..
</p>
<p>Si bung Wisnu.. sebagai pengganti rizky..
</p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>Yeah&#8230;
</p>
<p>besok gw ke jakarta.. ke UI..
</p>
<p>Hip2.. hurray&#8230; <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />
</p>
<p>Bisa ikut kompetisi programming robot..
</p>
<p>I&#8217;ll Do my best..hope I could get the best result..
</p>
<p>With His help.. of course..
</p>
<p>Amien.. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
<p>
 </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triobelanda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triobelanda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triobelanda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triobelanda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triobelanda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triobelanda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triobelanda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triobelanda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triobelanda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triobelanda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triobelanda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triobelanda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triobelanda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triobelanda.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=30&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/03/cerita-gw-hari-ini-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f404bf142ae94553e5254a8660e05281?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">triobelanda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita gw hari ini 1.. (lanjutan dari blog sebelomnya..)</title>
		<link>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/03/cerita-gw-hari-ini-1-lanjutan-dari-blog-sebelomnya/</link>
		<comments>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/03/cerita-gw-hari-ini-1-lanjutan-dari-blog-sebelomnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 14:38:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triobelanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/03/cerita-gw-hari-ini-1-lanjutan-dari-blog-sebelomnya/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah gw selesai menyelesaikan &#8220;karya tulis&#8221; gw.. yang kata orang2 &#8220;susah dimengerti&#8221;.. ( mungkn bahasa gw, bahasa orang pinter kali ya, jdnya susah dimengerti.. *belaguuu&#8230;*=p)..   Temen gw mengedit karya tulis gw itu.. Dicari kesalahan gw&#8230; kata demi kata&#8230; baris demi baris.. titik demi titikk.. satu2, dengan peluh yang mengalir.. dengan darah dan airmata.. =p.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=29&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah gw selesai menyelesaikan &#8220;karya tulis&#8221; gw.. yang kata orang2 &#8220;susah dimengerti&#8221;.. ( mungkn bahasa gw, bahasa orang pinter kali ya, jdnya susah dimengerti.. *belaguuu&#8230;*=p)..
</p>
<p>
 </p>
<p>Temen gw mengedit karya tulis gw itu..
</p>
<p>Dicari kesalahan gw&#8230; kata demi kata&#8230; baris demi baris.. titik demi titikk.. satu2, dengan peluh yang mengalir.. dengan darah dan airmata.. =p..
</p>
<p>Hahaha, lebay&#8230;. :p
</p>
<p>
 </p>
<p>Temen gw cuman punya  5 * e^4 * log 15 sekon..
</p>
<p>Berapa lama yah.. ya, kira2 1-1.5 jam lah&#8230;
</p>
<p>Buat mencari2 kesalahan gw.. (temen gw itu suka cari kesalhan orang yah.. =p heheh..)
</p>
<p>Sedihnya.. karya tulis gw dianggap tidak dimengerti.. Ga papa d..
</p>
<p>Bahasa indo gw emang biasa ajah.. tapi IP.. jgn tanya.. ==&gt; biasa ajah juga.. :p hehehe.
</p>
<p>
 </p>
<p>Jadi d, temen gw mengedit dan ngarang2.. setelah itu, 5 menit sebelom deadline dikirim..
</p>
<p>Pas kita lagi bingung2 nentuin nama tim dan harus dalam beberapa menit
</p>
<p>weew.. pengennya sih minta wangsit dulu, ke dukun prambon jawa. (reg Jawa kirim ke 9*9* nama timnya apa yah..??)&#8230;
</p>
<p>Akhirnya temen gw mengambil keputusan asal ajah.. &#8220;d_deadliners&#8221;..
</p>
<p>Soalnya ngumpulin karya tulis, 5 menit sebelom deadline.. pas kan namanya deadliners.. 5 menit sebelom garis mati..
</p>
<p>Tim ngasal, dengan bikin karya tulis ngasal, dengan nama ngasal juga.. dengan waktu cuman beberapa jam.. dengan niat cuman &#8220;iseng2&#8243;..
</p>
<p>Lengkap  kan, ke &#8220;asal&#8221; an tim kita?? Ckckck..
</p>
<p>(to be continued..)
</p>
<p>
 </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triobelanda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triobelanda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triobelanda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triobelanda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triobelanda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triobelanda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triobelanda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triobelanda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triobelanda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triobelanda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triobelanda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triobelanda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triobelanda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triobelanda.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=29&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/03/cerita-gw-hari-ini-1-lanjutan-dari-blog-sebelomnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f404bf142ae94553e5254a8660e05281?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">triobelanda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>antara smsan, chatting, blogging Vs Ketikan resmi</title>
		<link>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/02/antara-smsan-chatting-blogging-vs-ketikan-resmi/</link>
		<comments>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/02/antara-smsan-chatting-blogging-vs-ketikan-resmi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 12:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triobelanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triobelanda.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[beberapa hari yanglalu&#8230; gw bikin karangan&#8230;. judulnya, perkembangan robot di Indonesia&#8230; yah, iseng2 ajah sih bikin.. karangan &#8220;resmi&#8221;(gw kasih tanda kutip, berarti antara resmi-resmian dan resmi boongan.. :p hehe)&#8230; sebagai seleksi, untuk kompetisi lego robot&#8230; Nah, setelah selese&#8230; gw minta pendapat temen&#8230; gw : chan&#8230; baca dong, karangan gw&#8230; chan : (baca..)&#8230; (5 menit kemudian)&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=9&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">beberapa hari yanglalu&#8230; gw bikin karangan&#8230;.</p>
<p>judulnya, perkembangan robot di Indonesia&#8230;</p>
<p>yah, iseng2 ajah sih bikin.. karangan &#8220;resmi&#8221;(gw kasih tanda kutip, berarti antara resmi-resmian dan resmi boongan.. :p hehe)&#8230;</p>
<p>sebagai seleksi, untuk kompetisi lego robot&#8230;</p>
<p>Nah, setelah selese&#8230; gw minta pendapat temen&#8230;</p>
<p>gw : chan&#8230; baca dong, karangan gw&#8230;</p>
<p>chan : (baca..)&#8230;</p>
<p>(5 menit kemudian)&#8230; wkwkwk&#8230;</p>
<p>gw : kenapa chan&#8230;</p>
<p>intinya sih, gw diketawain gara2 bahasa artikel &#8220;resmi&#8221; gw aneh&#8230; dan nyeleneh dan tidak bisa dimengerti.. &gt;_&lt;</p>
<p>Gw jadi berpikir&#8230; apa karena gw keseringan chat blog dan smsan yah, dengan temen2.. sampe bahasa gw &#8220;nyeleneh&#8221; gitu..</p>
<p>apa emang karena gw gak bakat ngarang2.. (gw terlalu jujur sih, gak suka &#8220;ngarang2&#8243;=p)hehe..</p>
<p>Apa bahasa Indo gw yang kurang.. (sial.. udah berapa puluh taon padahal gw pake neh bahasa &gt;_&lt;??)</p>
<p>gw jadi berpikir gitu, soalnya gw pernah baca di koran&#8230; kata ahli bahasa., &#8220;kebiasaan smsan.. dengan bahasa yang seperti itu (u know what I mean..), bisa merusak tata bahasa pemakainya..&#8221;.  Padahal anak muda sering kan, pake bahasa &#8220;gaul&#8221;..?? (gw masih anak muda looohhh&#8230; =p)</p>
<p>Tapi aneh ajah kan, kalo chatting ato smsan, pake bahasa EYD..</p>
<p>&#8220;kamu besok pergi kemana?&#8221;</p>
<p>&#8220;saya besok pergi ke pasar, ditemani ibu budi dan ibu badu.. &gt;_&lt;&#8221;&#8230;</p>
<p>haha.. coba ajah, smsan kayak gitu&#8230; udah pulsa bengkak.. (sms boros..).. keliatan aneh lagee.. &gt;_&lt; :p</p>
<p>tapi ada 1 hal yang gw pelajari dari pengalaman gw&#8230;</p>
<p>ternyata menyampaikan pemikiran kita itu, tidak selamanya mudah.. terkadang sulit..</p>
<p>makanya itu, bahkan untuk menyampaikan pemikiran gw ajah.. gw perlu belajar..</p>
<p>apalagi dalam masa2 Tugas akhir, seperti sekarang&#8230;</p>
<p>hohoho&#8230;.</p>
<p>ada komentar gak, teman2??</p>
<p>ditunggu yah, komennya.. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triobelanda.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triobelanda.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triobelanda.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triobelanda.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triobelanda.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triobelanda.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triobelanda.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triobelanda.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triobelanda.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triobelanda.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triobelanda.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triobelanda.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triobelanda.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triobelanda.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=9&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triobelanda.wordpress.com/2009/02/02/antara-smsan-chatting-blogging-vs-ketikan-resmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f404bf142ae94553e5254a8660e05281?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">triobelanda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hai2&#8230;(kata pengantar blog gw..)</title>
		<link>http://triobelanda.wordpress.com/2009/01/27/1st/</link>
		<comments>http://triobelanda.wordpress.com/2009/01/27/1st/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 13:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triobelanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triobelanda.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[hai&#8230; fiuh&#8230; setelah berbulan-bulan membiarkan blog ini kosong.. akhirnya gw isi juga&#8230;   sebelomnya gw udah buat blog, di triobelanda.blogspot.com tah napa, males ngurusnya.. :&#8221;&#62;(malu..) terus malah ngurus notes di FB d.. semoga, gw bisa sering dapet ilham.. biar pembaca bisa dapet &#8220;sesuatu&#8221;.. ntah hiburan, ntah pengetahuan, entah &#8220;sampah&#8221;an..:p.. dsb&#8230; hehehe.. udah ah, gitu ajah&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=3&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hai&#8230;</p>
<p>fiuh&#8230;</p>
<p>setelah berbulan-bulan membiarkan blog ini kosong..</p>
<p>akhirnya gw isi juga&#8230;</p>
<p> </p>
<p>sebelomnya gw udah buat blog, di triobelanda.blogspot.com</p>
<p>tah napa, males ngurusnya.. :&#8221;&gt;(malu..)</p>
<p>terus malah ngurus notes di FB d..</p>
<p>semoga, gw bisa sering dapet ilham..</p>
<p>biar pembaca bisa dapet &#8220;sesuatu&#8221;..</p>
<p>ntah hiburan, ntah pengetahuan, entah &#8220;sampah&#8221;an..:p.. dsb&#8230;</p>
<p>hehehe..</p>
<p>udah ah, gitu ajah&#8230;</p>
<p> </p>
<p>GBU all.. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p> </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>hi2&#8230;</p>
<p>welcome all..</p>
<p>fiuh.. after, a few months (aprox 5 months) blank.. </p>
<p>now I try to post in this blog..(finally..:p)</p>
<p> </p>
<p>hope, I could make a good blog</p>
<p>that can give inspirations, knowledge, &#8220;junk&#8221;.. etc..</p>
<p>bubbye..</p>
<p>GBU..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triobelanda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triobelanda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triobelanda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triobelanda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triobelanda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triobelanda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triobelanda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triobelanda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triobelanda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triobelanda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triobelanda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triobelanda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triobelanda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triobelanda.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triobelanda.wordpress.com&amp;blog=4534901&amp;post=3&amp;subd=triobelanda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triobelanda.wordpress.com/2009/01/27/1st/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f404bf142ae94553e5254a8660e05281?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">triobelanda</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
